Selasa, 14 Mei 2019

Pesan Mantan Ketua Umum untuk Generasi FORMASI

   Fadlin Guru Don (Mantan ketua umum Ketiga)

Formasi sejak saya keluar dari Kota Daeng pada tahun 2014 sudah bersusia 8 periode kepemimpinan. Usianya sudah cukup dewasa apalagi sampai saat ini mungkin sudah mencapai usia 13 tahun. Seharusnya dengan usia ini Formasi tidak lagi diajari untuk belajar berjalan tetapi harusnya sudah bisa menentukan arah dan masa depannya sendiri. 

Formasi dengan segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat saat ini sudah seharusnya lebih maju dan dan berkembang. Bahkan lebih canggih dibandingkan Formasi di zaman kami dulu. Tetapi kenyataanya, Formasi semakin mundur dan bahkan namanya hampir tertelan dimakan zaman. 

Formasi berdasarkan pantauan kami masih berkutat pada soal mengaktifkan anggota padahal tugas itu adalah pekerjaan kami di zaman industri 2.0 belum masuk. Sekarang generasi kalian sudah masuk pada era milenial industri 4.0 (Four Pont Zero). Generasi dituntut untuk merubah maindset kuno ke cara berpikir yang moderen dan kontemporer. 

Menurut saya masalah kalian cukup sederhana dan amat simpel sebenarnya. Hanya pada persoalan kalian tak paham realitas atau kebutuhan anggota kalian. Cobalah sekali-kali baca kemauan mereka apa. Jika mereka sukanya main bola jangan paksakan kajian, ajaklah mereka main bola, atau ada yang suka makan-makan, tidak masalah pengurus membuat acara makan-makan bersama. Jangan anggap acara hiburan itu tidak penting karena biasanya orang berinovasi lewat hobinya. Juga bagi yang suka menulis atau suka berpuisi coba fasilitasi mereka. Hanya menjawab kebutuhan kaderlah, Formasi bisa maju. 

Zaman industri 4.0 adalah zaman yang memaksa anak bangsa untuk berpikir kreatif dan inovatif serta memiliki life skill lewat arus ilmu dan teknologi moderen. Bukan bertahan menjadi generasi otak manual dan klasik. Bila demikian maka kita akan jauh ketertinggalan dari segala macam hal. Di zaman ini orang bisa berhasil apabila ia pandai “menundukkan kehendak alam semesta”, ia mengerti kemauan serta arah perubahan zaman karena otak kita harus bisa menyaingi perkembangan teknologi.

Ditengah Industri 4.0 ini sejatinya Formasi tidak lagi bicara soal kurang partisipasi anggota tetapi saatnya kalian menunjukkan karya dihadapan dunia. Saat ini kuantitas tidak lagi penting, kerena perang kita bukan dengan senjata tetapi dengan ide dan gagasan. Berapapun kalian di Formasi tiadaklah penting, satu dua orang asal kalian berkualitas. Bangunlah wahai adek-adekku, “ayo bung rebut kembali” kesempatan emasmu. Berkaryalah tanpa harus mendapat pujian orang lain. Bagi yang selalu berkarya, ada saaatnya kalian menjadi tontonan bagi orang banyak saat kalian berada diaatas panggung great success (Keberhasilan Besar). 

Sebagai akhir dari tulisan ini saya berpesan hentikan kecemasan kalian karena sedikit anggota, 2 orang pun sah asal berkualitas. Dunia sedang menunggu coretan kalian, masyarakat dan Indonesia sedang menunggu buah pikiran kalian semua. Ayo lakukan sesuatu, jangan pikirkan berhasil atau tidak, biar Allah SWT yang akan memutuskannya. Ingat, “Kebanyakan orang gagal karena banyak alasannya dan kebanyakan orang berhasil karena banyak caranya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Generasi Mujizat Masa Depan

   Oleh: Muh. Fiqriawansyah Orang bilang kami generasi kebebasan Pola hidup hedonisme Warna sosial kebaratan Budaya modern yang lupa da...